Hindari Pestisida Ilegal & Palsu dengan Membeli dari Kios Resmi

A-1_Anti-Counterfeit_heroes

Berdasarkan penelitian Universitas Indonesia (tahun 2002), keberadaan pestisida ilegal dan palsu di Indonesia telah memberikan kerugian pada negara sekitar 1.3 trilyun rupiah. Peredaran pestisida ilegal dan palsu tersebut telah menjangkiti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi (ditjenbun.deptan.go.id).

Keberadaan pestisida ilegal dan palsu yang mencapai 10 – 12 persen dari pestisida di Indonesia (CropLife International, 2011) sudah sangat merugikan para petani, mengancam kesehatan masyarakat, berbahaya bagi lingkungan hidup, menurunkan hasil panen, serta boikot ekspor komoditas pangan yang ditengarai menggunakan pestisida ilegal dan palsu.

Pestisida ilegal dan palsu umumnya bercirikan harga yang sangat murah, label produk yang tidak lengkap, dan tidak dijual melalui distributor dan/atau toko sarana pertanian resmi.

DuPont bersama para petani Indonesia berkomitmen melawan peredaran pestisida ilegal dan palsu, antara lain dengan program pembinaan dan penyuluhan untuk cara identifikasi produk asli dengan memperhatikan alat/tanda pada produk asli. Dengan kesadaran dari petani mengenai pestisida asli dapat membantu petani meraih dan mengoptimalkan hasil panen, menjaga pertanian berkelanjutan, dan menjaga keamanan lingkungan.

Semua informasi yang terdapat pada situs ini hanya sebagai referensi umum. 
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut atau mempunyai pertanyaan seputar perusahaan, produk dan layanan DuPont, silahkan menghubungi kami melalui email/telepon/SMS yang tersedia di halaman hubungi kami.